KGI-PALM KAMI MENGERTI NILAI HIDUP , PENYEDIA PALM OIL GO GREEN

Senin, 19 Januari 2015

Sarana panen


B. Panen
Panen adalah pengambilan buah kelapa sawit yang telah memenuhi kriteria matang panen dari pokok sawit, juga bersama brondolan yang berjatuhan di sekitar piringan, lalu dikumpulkan ke TPH (Tempat Pengumpulan Hasil) dan diangkut dengan truk untuk dibawa ke PKS (Pengolahan Kelapa Sawit). Pekerjaan rawat dilakukan langsung oleh karyawan yang ada di Afdeling,  dikoordinir langsung oleh mandor panen, diawasi oleh Kepala asisten lapangan dan dikontrol oleh Kepala Kebun sekaligus penanggung jawab keadaan atau kondisi panen di areal. Item pekerjaan panen meliputi pemangkasan pelepah yan disusun rapi digawangan mati, lalu menurunkan buah yang sesuai dengan kriteria yang sudah ditentukan yaitu brondolan yang jatuh dipiringan resmi sebanyak 5 buah dan pada janjangan lebih dari 10 buah, kemudian memungut buah dan mengambil brondolan yang berjatuhan sampai tuntas, sambil memotong pangkal janjang seperti cangkam kodok, setelah itu ditaruh di tempat TPH (Tempat Pengumpulan Hasil) yang setelah itu akan diangkut oleh transportasi ke tempat PKS (Pengolahan Kelapa Sawit).
Sebelum melakukan pekerjaan panen, masing-masing karyawan sudah mendapat ancak dan tempat kerja yang sudah ditentukan oleh mandor panen yang bertugas membuat planning panen sebelum direalisasikannya ke areal dan melakukan sensus pada areal yang akan menjadi lokasi tempat panen. Ancak panen adalah luasan panen yang menjadi tanggung jawab pemanen. Ancak panen ada dua macam yaitu ancak tetap, pada sistem ini pemanen mempunyai areal panen yang tetap. Contoh: blok A 2 luasnya 30 Ha, jumlah baris = 120, jumlah ancak = 12, masing-masing pemanen mendapat ancak 10 baris, maka pembagian ancaknya yaitu ancak 1 = baris 1s/d 10, ancak 2 = baris 11 s/d 20 dan seterusnya. Ancak giring, pada system ini pemanen secara bersam-sama memanen dalam satu blok, stetelah selesai pinadh ke blok lain. Satu orang pemanen memanen tiap satu path, kemudian pindah ke path yang belm dipanen dan seterusnya sampai selesai 1blok lalu pindah ke blok lain (Anonim, 2006). Sebelum ancak dilakukan harus dikoordinasikan terlebih dahulu kepada kepala kebun dan kepala asisten lapangan dan kegiatan panen terdiri dari persiapan panen dan pelaksanaan panen.
a)      Persiapan Panen
Merupakan sarana dan prasarana yang dapat mempermudah didalam kegiatan panen seperti alat-alat panen (helm, sarung tangan, sepatu boat, kaca mata, dodos, egrek, kampak, gancu, batu asah, angkong, karung alas brondolan dan garuk brondolan). Prasarana pendukung didalam panen meliputi:
a.       TPH (Tempat Pengumpulan Hasil) yaitu sebidang lahan yang dibuat khusus untuk mengumpulkan buah (TBS dan brondolan), terletak pada gawangan tanaman dan berada setiap 3 path, ukurannya 3 x 4 m dan 4 x6 m. Setiap TPH diberi identitas (blok, nomor baris dan nomor TPH)diberi warna cat dasar merah dan tulisan berwarna putih, sehingga mempermudah untuk mengetahui hasil yang telah dipanen dan bisa mempermudah buah dalam pengangkutan ke PKS.
b.      Jalan Panen (Path) yaitu jalan diatara dua barisan tanaman yang digunakan untuk lalu lintas pengangkutan hasil panen dari dalam blok ke TPH yang biasa disebut pasar pikul. Ukuran lebar jalan 1.2 -1.5 m, letaknya searah barisan tanaman untuk areal datar dan mengikuti contour untuk daerah berbukit, untuk mempermudah pemanen menuju TPH. Path harus bersih dari tanaman liar gulma lainnya, supaya tidak menghambat pemanen dalam mengangkut buah.
c.       Titi Panen adalah jembatan kecil yang dibuat sederhana dari kayu atau timbunan karung yang lebarnya 20 cm dan tinggi 7 cm, supaya memudahkan pemanen membawa buah ke tempat TPH yang harus menyeberangi selokan kecil.
b)      Pelaksanaan Panen
Panen perkebunan kelapa sawit harus dilaksanakan sebaik-baiknya agar hasil yang dicapai bisa memenuhi target yang diinginkan baik kualitas maupun kuantitas. Sebelum pelaksanaan panen, kegiatan yang paling penting dan harus dilaksanakan adalah taksasi panen. Taksasi panen adalah menghitung kerapatan panen sehingga pada pelaksanaan dan operasionalnya bisa terantisipasi sedini mungkin. Setelah taksasi diketahui, mandor panen menentukan ancak kepada pemanen dan menancapkan bendera sebelum pemanen masuk kedalam blok setelah itu mengontrol selama pekerjaan panen berlangsung.                                                                                       
Panen merupakan kegiatan inti dari operasional kebun kelapa sawit yang harus benar-benar diperhatikan dan dikontrol, karena dengan melihat hasil produksi panen sangat berpengaruh terhadap kegiatan manajemen dan operasional lainnya dan bisa mencapai tujuan dari kegiatan panen.
Tujuan panen :
1.      Mendapatkan jumlah TBS yang tinggi
2.      mendapatkan jumlah minyak dan kernel (rendemen) yang tinggi
3.      mendapatkan minyak yang berkualitas
4.      biaya panen efesien
5.      Eksploitasi (perawatan)  berjalan dengan baik sehingga produksi buah semakin banyak dan umur tanaman lebih lama
Cara pemanenan :
·         Sebelum pelaksanaan panen, alat-alat yang diperlukan harus disiapkan seperti dodos, egrek, kampak, gancu, goni ex pupuk, angkong dan sebagainya.
·         Panen dilakukan dengan mendatangi pohon demi pohon diancak yang telah ditetapkan.
·         TBS yang dipanen adalah yang memenuhi criteria matang panen tandan yaitu sudah membrondol minimal 5 brondolan.
·         Pada pemanenan dengan dodos, pemotongan pelepah penyangga buah harus hati-hati, artinya pelepah penyangga buah tidah harus dipotong bila ternyata jumlah pelepahnya telah memenuhi standar.
·         Pada pemanenan dengan egrek, pemotongan pelepah dibolehkan dengan sistem songgo satu (satu pelepah dibawah buah)
·         SemuaTBS dan brondolan dikumpulkan ke TPH. Gagang TBS dipotong hingga mepet  (2 cm) dan dibentuk cangkam kodok sebagai identitas buah ASTRA. Semua brondolan yang ada di piringan, gawangan, ketiak daun dan yang tercecer harus dikutip dan dikumpulkan.
·         Pelepah ex-potongan direncek (potong 3) dan disusun di gawangan mati
·         TBS dan brondolan disusun secara rapi di TPH. TBS disusun berderet, sedangkan brondolan harus dialasi karung ex-goni.
·         Setiap pemanen harus mencantumkan kode pemanen untuk memudahkan administrasi dan pengawasan.
Untuk mencapai tujuan panen, harus adanya usaha mencegah terjadinya permasalahan dalam panen, baik berkaitan sistem panen, taransportasi dan pengolahan. Sistem panen merupakan hal yang sangat perlu diperhatikan, seperti sebelum pelaksanaan panen dilakukannya sensus areal yang akan dipanen supaya dapat menentukan kalibrasi pada panen hari itu, mengetahui kerapatan janjang untuk bisa mendapat target yang akan dicapai, selain itu pengambilan buah yang dipanen harus sesuai kriteria yang sudah ditentukan yaitu brondolan yang jatuh harus lebih dari 10 buah dan brondolan dikutip tuntas, supaya pada hasil pengolahan bisa mendapatkan rendemen yang telah ditargetkan.
C. Pengangkutan/Transportasi Buah
            Pengangkutan adalah kegiatan mengangkut TBS (hasil panen) dari TPH (afdeling) ke pabrik. Sasaran kegiatan pengangkutan ini adalah agar TBS yang telah dipanen terangkut seseera mungkin dan terangkut semua ke pabrik (tidak ada restan).TBS yang terlambat diangkut ke pabrik atau yang tidak terangkut pada hari itu (restan) akan mengakibatkan menurunnya mutu minyak. Buah yang sudah dipanen dan tidak segera diangkut akam meningkat kandungan ALB (Asam Lemak Bebas)nya, sehingga mutu minyak jelek.
            Pengangkutan dimulai setelah TBS terkumpul di TPH pada jam 09.00 sampai truk penuh kemudian dibawa ke pabrik untuk diolah, buah diangkut segera ke pabrik paling lama 12 jam setelah panen buah pertama diangkut ke pabrik. Pelaksanaan pengangkutan melibatkan koordinasi mandor1, mandor panen , kerani panen dan mandor transport.
Kalibrasi Angkutan TBS
Mengelilingi TPH dan muat                                                    = 40 Menit
Bongkar di pabrik                                                                   = 20 Menit
Perjalanan ke pabrik                                                                = 60 Menit
Total waktu                                                                             = 120 Menit/7 ton
Sumber: Data Primer Cechker Afd OF. 2008
            Pada kondisi normal 1 hari kerja truk mencapai 4 rit dengan kapasitas truk 7 ton, maka 1 hari dapat mengangkut 28 ton. Satu truk biasanya memuat sekitar 7-8 ton TBS. Apabila ada buah restan dan memungkinkan untuk diangkut pada hari itu, maka prioritas pertama yang harus diangkut adalah buah restan, baru kemudian buah panen hari itu.
            Transportasi sangat mendukung sekali dalam kegiatan panen buah kelapa sawit, membantu dalam mengangkut buah yang telah dipetik oleh pemenen, untuk mendapatkan hasil pengolahan kualitas buah yang baik diperlukan transportasi yang selalu siap untuk mendistribusikan buah ke tempat pengolahan kelapa sawit dalam satu hari, karena kriteria buah yang bisa mendapatkan hasil pengolahan baik adalah buah yang baru dipanen, langsung diolah tepat waktu atau disebut Tandan Buah Segar (TBS). Jika buah yang tidak diangkut waktu panen, maka dapat menurunkan kualitas buah yang akan diolah sehingga mempengaruhi hasil pengolahan yang kurang baik atau disebut dengan restan. Maka fungsi utama dari transportasi adalah dapat mengangkut hasil panen TBS secara tepat waktu dan menghindari terjadinya restan diareal yang sedang dipanen.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Powered by Blogger