KGI-PALM KAMI MENGERTI NILAI HIDUP , PENYEDIA PALM OIL GO GREEN

Minggu, 18 Januari 2015

Tekstur tanah

A.      Latar belakang
Tekstur tanah adalah susunan relative dari tiga ukuran zarah tanah, yaitu pasir berukuran 2 mm-5 mikrometer, debu berukuran 50-2 mikrometer dan liat berukuran < 2 mikrometer.  Untuk keperluan pemeliharaan ada 13 kelas tekstur tanah yaitu : pasir, debu, liat, pasir berlempung, lempung berpasir, lempung, lempung berdebu, lempung berliat, lempung liat berpasir, lempung dan liat berdebu.

Pembagian itu kemudian disederhanakan menjadi tujuh kelas yang terdiri dari pasir, lempung kasar, lempung alus, debu kasar, debu alus, liat debu dan liat sangat halus.
Penetapan tektur tanah secara garis besar dibagi dua yaitu :
  1. penetapan dilapang dan penetapan dilaboratorium.  Penetapan lapang dilakukan dengan membasahi tanah kering atau lembab, kemudian dispirit diantara ibu jari dan telunjuk sehingga membentuk pita lembab sambil di perhatikan adanya rasa kasar atau licin.
  2. penetapan tekstur tanah dilaboratorium, ada melalui tiga tahapan dalam analisis ukuran artikel yaitu menghilangkan bahan-bahan pengikat tanah, dispersikan kimiawi partikel-partikel tanah dan pecahan.  Untuk dapat mengerti dan memahami juga mempelajari tekstur tanah, maka dilakukan praktikum mengenal tekstur tanah.

B.       Tujuan
Adapun tujuan praktikum tekstur tanah ini adalah :

  1. mengetahui komposisi suatu tanah
  2. mengetahui serta menggambarkan suatu tekstur tanah
  3. dapat menentukan suatu tekstur suatu tanah.
  4. mengetahui kelas-kelas tekstur tanah.
  5. mengetahui tekstur tanah dilapang dan dilaboratorium.
II.      TINJAUAN PUSTAKA


Tekstur tanah adalah perbandingan relatif  dalam persen (%) antara fraksi-fraksi pasir, debu dan liat. Tekstur erat hubungannya dengan plastisitas, permeabilitas, keras dan kemudahan, kesuburan dan produktivitas tanah pada daerah geografis tertentu. (Hakim, 1986).

Tanah Alfisol memiliki tekstur tanah yang liat. Liat tertimbun di horizon bawah. Ini berasal dari horizon di atasnya dan tercuci ke bawah bersama dengan gerakan air. Dalam banyak pola Alfisol digambarkan adanya perubahan tekstur yang sangat pendek di kenal dalam taksonomi tanah sebagai Ablup Tekstural Change atau perubahan tekstur yang sangat ekstrim. (Foth, 1998).

Alfisol pada umumnya berkembang dari batu kapur, olivin, tufa, dan lahar. Bentuk wilayah beragam dari bergelombang hingga tertoreh, tekstur berkisar antara sedang hingga halus, drainasenya baik. Reaksi tanah berkisar antara agak masam hingga netral, kapasitas tukar kation dan basa-basanya beragam dari rendah hingga tinggi, bahan organik pada umumnya sedang hingga rendah. Mempunyai sifat kimia dan fisika relatif baik. Alfisol sebagian ditemukan di daerah beriklim kering dan sebagian kecil di daerah beriklim basah. Alfisol ini dapat pula ditemukan pada wilayah dengan temperatur sedang dan sub tropika dengan adanya pergantian musim hujan dan musim kering. (Munir, 1996).

Partikel tanah liat pada lapisan Alfisol digerakkan oleh air yang meresap dari horizon A dan disimpan pada horizon B. Hasilnya adalah polipodeon dengan horizon- horizon yang mempunyai tekstur yang berbeda. Macam pita yang terbentuk berhubungan dengan kandungan liat dan digunakan untuk menggolongkan tanah sebagai lempung, lempung liat atau tanah liat. (Poerwowidodo, 1991).

Faktor-faktor pembentuk tanah terdiri dari bahan induk dan faktor lingkungan yang mempengaruhi perubahan bahan induk menjadi tanah. Alfisol terbentuk dari bahan induk yang mengandung karbonat dan tidak lebih tua dari pleistosin. Di daerah dingin hamper semuanya berasal dari bahan induk berkapur yang masih muda. Di daerah basah, bahan induk biasanya lebih tua dari pada di daearah dingin. Alfisol secara potensial termasuk tanah yang subur meskipun bahaya erosi perlu mendapat perhatian. (Darmawijaya, 1990).

Inceptisol adalah tanah muda dan mulai berkembang. Profilnya mempunyai horizon yang dianggap pembentukannya agak lamban sebagai hasil alterasi bahan induk. Horizon-horizonnya tidak memperlihatkan hasil hancuran ekstrem. Horizon timbunan liat dan besi aluminium oksida yang jelas tidak ada pada golongan ini. Perkembangan profil golongan ini lebih berkembang bila dibandingkan dengan entisol. Tanah-tanah yang dulunya dikelaskan sebagai hutan coklat, andosol dan tanah coklat dapat dimasukkan ke dalam Inceptisol. (Hardjowigeno, 1992).
  
III. HASIL PENGAMATAN


3.1 Tabel Hasil Pengamatan

Contoh tanah
H 1
T 2
H 2
T2
Gedung Meneng
10
31º
4
31º
Gading Rejo
22
31º
12
31º

3.1 Perhitungan

A. Tekstur Tanah Gedung Meneng   

B.K =    BB          =      50       =      50    = 45,66 = 45
           1+KA           1+0,095        1,095

 FK  =   0,36 (31-20)
       =  0,36 (11)
       =  3,96

         % debu + % liat  =  (H1 - B)+FK 
       BK Tanah       × 100%

                         =  (10 - 0) + 3,96  
                                     46              × 100%
                                               
                                     =  10 + 3,96 
                                                46               × 100%

                                     =  0,3034 × 100% 
                               
                                                                                                                                                                                                 =  30, 34 %
                                     =  30 %
% liat       =  (H2 – B) + FK)
                        BK Tanah         × 100%

                 =  (4 – 0) + 3,96)
                             46                 × 100%

                  =  4 + 3,96  
                           46                   × 100%

                  =  17,30 %

                  =  17 %


% debu    =  100 % - (% debu + % liat)
  
                  =  100 % - ( 13 % + 17 %)

                  =  100 % - 30 %

                  =  70 %


B. Tekstur Tanah Gading Rejo


BK  =    BB      =       50       =  50       = 44,2  = 44
            1+Ka          1+0,13      1,13

       FK  =   0,36  (T – 20)

     =   0,36  (31 – 20)

     =  3,96


% debu + % liat  =  (H1 – B) +FK   
                                    BK Tanah        × 100%

                            =  (22 – 0) + 3,96
                                          44              × 100%

                            =  22 + 3,96
           44                  × 100%

 =  25,96                                 
       44           × 100%

 =  59 %


% liat     =  (H2 – B) +FK
                     BK Tanah            × 100%

               =  (12 – 0) + FK
                                    44                   × 100%

                         =  15,96
                               44        × 100%

                         =  36,27 %

                         =  36 %


% debu   = ( % debu + % liat) - % liat

               =  59 % - 36 %

               =  23 %

% pasir   =  100 % - (% debu + % liat)

               =  100 % - 59 %

               =  41 %

3.3 Tabel Hasil Penetapan Tekstur Tanah di Lapang



Jenis Tanah
Rasa dan Sifat
Tekstur Tanah
Gedung Meneng
Rasa kasar agak jelas membentuk bola agak keras, mudah hancur serta melekat
Lempung berpasir
Gading Rejo
Rasa agak kasar, membentuk bola agak teguh (kering) membentuk gulungan, jika dipijat gulungan mudah hancur, serta melekatnya sedang
Lempung berliat


3.3 Tabel Hasil Penetapan Tekstur Tanah di Laboratorium

Jenis Tanah
Pasir
Debu
Liat
Tekstur
Gedung Meneng
70 %
13 %
17 %
Lempung berpasir
Gading Rejo
41 %
23 %
36 %
Lempugn berliat

IV. PEMBAHASAN

Tekstur tanah menunjukan kasar atau halusnya suatu tanah.  Teristimewa tekstur merupakan perbandingan relatif pasir debu dan liat atau kelompok partikel dengan ukuran lebih kecil dari kerikil (diameternya < 2 mm). Pada beberapa tanah, kerikil, batu, dan batuan induk dari lapisan tanah yang ada juga mempengaruhi tekstur dan mempengaruhi penggunaan tanah. 

Tekstur tanah merupakan ukuran relatif partikel tanah yang mengacu pada kehalusan dan kekasaran tanah.  Atau tekstur tanah adalah perbandingan relatif pasir, debu dan liat, laju dan berapa jauh berbagai reaksi fisika dan kimia penting dalam pertumbungan tanaman, diatur oleh tekstur, karena menentukan jumlah permukaan tempat terjadinya reaksi. 

Ciri-ciri tanah Ultisol adalah sebagai berikut:
  1. pH rendah
  2. Daya simpan air terbatas
  3. Kedalaman efektif terbatas
  4. Derajat agregasi rendah dan kemantapan agregat rendah
  5. Adanya peningkatan fraksi

Pada percobaan penetapan tekstur tanah dilakukan di laboratorium. Kelebihan pepetapan tekstur tanah di laboratorium adalah lebih akurat melalui percobaan dan perhitungan yang tepat dan dengan catatan tidak ada tekstur pengganggu. Selain itu keunggulan dari penetapan di laboratorium yaitu pisahan pasir, debu, dan liat dapat diukur. Sedangkan kelemahannya adalah lebih banyak menggunakan peralatan dan faktor-faktor pengganggunya harus diminimalisir agar mendapat hasil yang lebih akurat. Dan kelemahan lain yaitu memerlukan kelebihan yang tinggi dan kurang praktis dilakukan.

Dan kelebihan penetapan di lapang antaranya adalah lebih sederhana dan lebih menghemat waktu, karena bisa dilakukan secara langsung tanpa mengunakan alat-alat dan lebih mudah dilaksanakan. Sedangkan kelemahannya adalah hasilnya tidak akurat, dan tidak bisa tepat karena hanya menggunakan metode mengira-ngira.
Pada percobaan ini didapat tekstur tanah dari masing-masing contoh tanah. Contoh tanah yang digunakan adalah tanah di daerah gedung meneng dan gading rejo. Berdasarkan penetapan tekstur baik secara kualitatif maupun kuantitatif, tanah pada daerah gedung meneng teksturnya adalah lempgn berpasir, sedangkan contoh tanah pada daerah gading rejo adalah lempung berliat.

Dari contoh tanah tersebut tanah yang paling baik digunakan untuk pertanian adalah tanah dari daerah gading rejo. Hal ini dikarenakan tanah tersebut mengandung bahan organik dan undur hara tinggi sedangkan daerah gedung meneng erupakan tanah yang kurang kaya akan unsur hara maupun organik.

Tekstur tanah sangat mempengaruhi jumlah  air.  Semakin tinggi persentasi pasir dalam tanah maka semakin banyak ruang pori pori diantara partikel partikel tanah tersebut, sehingga kadar air dalam tanah menjadi rendah.  Dan menyebabkan tanah menjadi tidak subur. Liat dan debu memiliki kemampuan yang tinggi mengikat air, sehingga persentase liat dan debu tinggi, dan kadar airnya pun tinggi. Hukum ”stokes” menghubungkan kecepatan penurunan terbatas dari suatu bola yang lunak dan kasar dalam suatu cairan yang kental yang diketahui densitas dan viskositas terhadap diameternya jika dicobakan dengan kekuatan lapang yang diketahui. Bila dihubungkan dengan antara hukum stokes dengan tekstur tanah yakni debu, liat, dan pasir, terdapat perbedaan dengan kemampuan tanah tertentu untuk menyediakan elemen-elemen tanaman yang esensial atau kesuburan tanah. Tanah-tanah dengan kandungan liat tinggi cendrung mempunyai kapasitas yang tinggi, menahan air maupun unsur hara yang tersedia.

Tanah yang baik untuk tanaman adalah tanah Inceptisol, karena tanah ini mengandung bahan organic dan unsur hara yang cukup tinggi sehingga tanaman menjadi subur. Sedangkan tanah Ultisol merupakan tanah yang miskin unsur hara maupun bahan organik. Selain itu tanah ini juga mempunyai akumulasi liat pada horizon bawah permukaan tanah, sehingga mengurangi daya serap air dan meningkatkan aliran permukaan serta aerasi tanah.Tanah berpengaruh penting pada tanaman melalui hubungan dengan air dan udara. Kemampuan tanah untuk menyimpan air di antara hujan yang terjadi menentukan pemberian musiman kelembaban tanah dan biasanya menentukan spesies apa yang tumbuh dalam sebuah hutan kecepatan tumbuhnya.

Tekstur tanah memiliki efek bagi pengolahan tanah, kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman. Dalam pengelolaan kesuburan tanah, penetapan tekstur tanah sangat perlu untuk dilakukan, karena dapat memberikan gambaran yang luas mengenai sifat-sifat tanah lainnya.
Dalam pelajaran biologi bahwa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman dibedakan menjadi 2 yaitu faktor internal dan faktor external. ok sahabat blogger langsung saja

1. Faktor Internal
       Faktor internal adalah segala pengaruh/faktor yang berasal dari tanaman itu sendiri yaitu meliputi gen dan hormon.

      a. Gen 
            Gen merupakan dasar faktor internal yang paling tidak bisa ditawar karene  setiap mahluk hidup tentu saja memiliki gen yang berbeda satu sama lain. Gen merupakan unit pewarisan sifat bagi organisme hidup. Bentuk fisiknya adalah urutan DNA menyandi protein, polipeptida atau seuntaian DNA yang memiliki fungsi bagi organisme yang memilikinya. Batasan modern gen adalah suatu lokasi tertentu pada genom yang berhubungan dengan pewarisan sifat dan dapat dihubungkan dengan fungsi sebagai regulator (pengendali), sasaran transkripsi, atau peran-peran fungsional lainnya. Tentu saja dalam DNA ini telah disandi sebagaimana rupa yang menentukan bentuk dan pewarisan sifa dari induknya. Jadi begini Sahabat Blogger kalau yang mengontrol seluruh pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan ini. 

   b. Hormon
        Hormon adalah pembawa pesan kimiawi antarsel atau antarkelompok sel. Semua organisme multiselular, termasuk tumbuhan memproduksi hormon. Dalam pertumbuhan ini peran hormon ini sangatlah penting. berikut adalah daftar hormon yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. berikut adalah beberapa hormon yang berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman:


1. Auksin
Jenis Hormon
Fungsi
Tempat Diproduksi
Auksin
Mendorong perpanjangan batang, pertumbuhan akar, differensiasi sel dan percabangan, pertumbuahan buah, dominasi epikal, fototropisme, geotropisme.
Dihasilkan pada embrio dalam biji, meristem batang dan daun daun muda.

              Ada beberapa janis auksin, antara lain adalah auksin A dan auksin B. Sebenarnya auksin A itu serupa dengan auksin B hanya berbeda pada kandungan airnya. Auksin A memeliki kandungan air yang lebih banyak yaitu sekitar 1 mol  air leih banyak dari pada auksin B. Selain itu, ada zat yang disebut dengan heteroauksin yang kemudian di ketahui sebagai asam indol asetat (IAA). Semakin jauh dari ujung tumbuhan konsentrasi auksin ini akan semakin menyusut.


2. Giberilin
Jenis Hormon
Fungsi
Tempat Diproduksi
Giberilin
Mendorong pertumbuhan tinggi tanaman, mempengaruhi perpanjangan sel dan pembelahan sel.s erta pertumbuhan pada akar daun dan bunga serta buah.
Di produksi oleh meristem batang, meristem akar, daun muda dan embrio.

            Giberilin di temukan oleh Eiichi Kurosawa pada tahun 1926. Giberilin merupakan suatu zat yang diperoleh dari suatu jenis jamur yang hidup sebagai parasit pada padi di Jepang, yaitu jamur Gibberella fujikkuroi. Tanaman padi yang terserang oleh jamur tersebut mengalami pertumbuhan yang abnormal.

3. Asam traumalin
Jenis Hormon
Fungsi
Tempat Diproduksi
Asam Traumalin
Mampu memperbaiki kerusakan atau regenerasi sel pada luka yang terjadi pada tubuh tumbuhan baik pada daun, batang ataupun akar.


          Pertama kali dipelajari oleh Haberland. Pada percobaan yang dia lakukan, jaringan tanaman dilukai kemudian di cuci bersih, ternyata bekas bidang luka tidak membentuk jaringan baru. Pada jaringan luka tersebut yang dibiarkan akan terbentuk jaringa baru di dekat luka tersebut.
 
4. Kalin
Jenis Hormon
Fungsi
Tempat Diproduksi
Kalin
Hormon yang mempengaruhi pembentukan organ pada tumbuhan


Hormon kalin dibedakan menjadi  4 macam:
a. Rizokalin yaitu hormon yang merangsang pembentukan akar, identik dengan vitamin B.
b. Kaulokalin yaitu hormon yang merangsang pertumbuhan batang.
c. Filokalin yaitu hormon yang merangsang pembentukan daun.
d. Antokalin yaitu hormon yang merangsang pertumbuhan pada bunga.

5. Asam Absisat
Jenis Hormon
Fungsi
Tempat Diproduksi
Asam Absisat
Menghambat pertumbuhan, menutup stomata selama kekurangan air, menunda pertumbuhan.
Disintesis pada daun, buah, batang dan biji.

Asam Abscisat (ABA) adalah penghambat (inhibitor) pertumbuhan merupakanlawan dari giberelin dan auksin. Hormon ini memaksa dormansi, mencegah biji dariperkecambahan dan menyebabkan rontoknya daun, bunga dan buah. Secara alamitingginya konsentrasi asam abscisat ini dipicu oleh adanya stress oleh lingkunganmisalnya kekeringan. Hormon ini dibentuk pada daun-daun dewasa.
6.Gas Etilen
Jenis Hormon
Fungsi
Tempat Diproduksi
Gas Etilen
Mendorng pemasakan buah dan menyebabkan penebalan pada batang.
Diproduksi oleh jaringan buah masak, diruas batang dan jaringan tua.

          Buah-buahan terutama yang sudah tua melepaskan gas yang disebut etilen. Etilendisintesis oleh tumbuhan dan menyebabkan proses pemasakan yang lebih cepat. Selainetilen yang dihasilkan oleh tumbuhan, terdapat etilen sintetik, yaitu etepon (asam 2-kloroetifosfonat). Etilen sintetik ini sering di gunakan para pedagang untuk mempercepat pemasakan buah. Oleh karena itu buah yang tua sering diletakkan ditempat tertutup (diperam) agar cepat masak.

         Etilen merupakan senyawa unik dan hanya dijumpai dalam bentuk gas. senyawaini memaksa pematangan buah, menyebabkan daun tanggal dan merangsang penuaan.Tanaman sering meningkatkan produksi etilen sebagai respon terhadap stress dansebelum mati. Konsentrasi etilen fluktuasi terhadap musim untuk mengatur kapanwaktu menumbuhkan daun dan kapan mematangkan buah.Selain memacu pematangan, etilen juga memacu perkecambahan biji, menebalkanbatang, mendorong gugurnya daun, dan menghambat pemanjangan batang kecambah.Selain itu, etilen menunda pembungaan, menurunkan dominansi apikal dan inisiasiakar, dan menghambat pemanjangan batang kecambah.
2.Faktor Eksternal

                Faktor eksternal merupakan sesuatu yang mempengaruhi/faktor yang berasal dari luar tubuh tumbuhan tersebut yaitu dari lingkungan atau ekosistem. Ada beberapa faktor ekstrenal yang mempengaruhi pertumbuhand an perkembangan tumbuhan yaitu air, cahaya, kelembapan, makanan(nutrisi), suhu.
  1. Makanan
          Makanan adalah sumber energi dan sumber materi untuk mensintesis berbagai komponen sel. Tidak hanya karbondioksida dan air saja yang dibutuhkan tumbuhan untuk bisa tumbuh dengan baik tetapi juga beberapa unsur unsur minerel. Adapun menurut jumlah yang di butuhkan oleh tubuh, unsur mineral ini dibedakan menjadi 2:
            -  Makroelemen yaitu golongan unsur-unsur mineral yang dibutuhkan dalam jumlah banyak. Makroelemen ini  meliputi oksigen, carbon, hidrogen, sulfur, nitrogen, fosfor, kallium, kalsium dan magnesium.
           -   Mikroelemen yaitu golongan unsur-unsur mineral yang dibutuhkan dalm jumlah sedikit. Mikroelemen ini meliputi besi, klorin, tembaga, seng, molibddenum, boron dan nikel. Mikro elemen ini betfungsi sebagai kofaktor yaitu reaksi enzimatik dalam tumbuhan.

           Jika kekurangan nutrisi maka tumbuhan tersebuat akan mengalami difisiensi. Difisiensi ini menyebabkan pertumbuhan tanaman terganggu.

     2
.Air
          Tanpa air, tumbuhan tidaklah dapat tumbuh. Air termasuk senyawa yang dibutuhkan tumbuhan. Air berfungsi anatara lain sebagai fotosintesis, mengaktifkan reaksi enzim ezimatik, menjaga kelembapan dan membengtu perkecambahan pada biji.

     3. Suhu
           Pada umumnya,tumbuhan membutuhkan suhu tertentu untuk tumbuh. Suhu  dimana tumbuhan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dan maksimal disebut dengan suhu optimum. Suhu paling rendah yang masih memungkinkan suatu tumbuhan untuk tumbuh disebut suhu minimum sedangkan suhu tertinggi yang masih memungkinkan tumbuhan untuk tumbuh disebut suhu maximum.

    
4. Kelembapan
           Pengeruh kelembapan udara berbeda terhadap berbagai tumbuhan. Tanah dan udara yang lembab berpengaruh baik bagi pertumbuhan tumbuhan.

    
5. Cahaya  

            Pada umumnya, cahaya menghambat pertumbuhan meninggi tanaman karena dapat menguraikan auksin. Tetapi, cahaya juga merangsang pembungaan tumbuhan tertentu. Adapun tumbuhan yang dapat berbunga pada hari pendek (lamanya penyinaran matahari lebih pendek ketimbang waktu gelapnya malam). Ada pula tumbuhan yang berbunga pada hari panjang(lamnya penyinaran matahari lebih lama ketimbang waktu gelapnya). Mengapa hal itu dapat terjadi karena pada tumbuhan terdapat hormon fitokrom yang mengatur pengaruh cahaya ini dalam pertumbuhan dan perkembangan pembungaan tanaman.

LATAR BELAKANG

Pertumbuhan adalah sintesis protoplasma, biasanya diikuti oleh perubahan bentuk dan penambahan massa yang dapat lebih besar dari penambahaan plasma itu. Selain perubahan bentuk, pertumbuhan juga menyebabkan terjadinya aktivitas fisiologis , susunan biokimianya, serta struktur dalamnya. Proses ini dinamakan diferensiasi. Diferensiasi itu terjadi sebagai akibat dalam perbedaan dalam penambahan plasmanya, jenis organelnya, arah pembentangannya, pembentukan dinding selnya, kematian protoplasmanya, dan seterusnya. Keseluruhan proses ini menyebabkan terjadinya perkembangan. Pertumbuhan adalah pertambahan massa, ukuran, volume yang bersifat irreversibel (tidak dapat balik). Pertumbuhan diikuti dengan diferensiasi, yaitu perubahan bentuk fisiologi sesuai fungsinya atau proses perkembangan.
Pertumbuhan dan perkembangan tanaman merupakan proses yang penting dalam kehidupan dan perkembangbiakan suatu spesies. Pertumbuhan dan perkembangan berlangsung secara terus-menerus sepanjang daur hidup, tergantung pada hasil asimilasi, hormon, dan substansi pertumbuhan lainnya, serta lingkungan yang mendukung
Pertumbuhan dan perkembangan tanaman berlangsung baik pada fase vegetatif maupun generatif. Pada fase vegetatif terutama terjadi pada perkembangan akar, daun, dan batang. Sedangkan pada fase generatif terjadi pembentukan dan perkembangan kuncup bunga, bunga, buah, dan biji serta pendewasaan struktur penyimpanan makanan dan penimbunan karbohidrat. Pertumbuhan dan perkembangan merupakan dua proses yang sangat erat hubungannya.
Pengertian pertumbuhan membutuhkan ukuran secara tepat dan dapat dibaca dengan bentuk kuantitatif yang dapat diukur. Analisis pertumbuhan merupakan suatu cara untuk mengikuti dinamika fotosintesis yang diukur oleh produksi bahan kering. Pertumbuhan tanaman dapat diukur tanpa mengganggu tanaman, yaitu dengan pengukuran tinggi tanaman atau jumlah daun, tetapi sering kurang mencerminkan ketelitian kuantitatif.  Akumulasi bahan kering sangat disukai sebagai ukuran pertumbuhan.  Akumulasi bahan kering mencerminkan kemampuan tanaman dalam mengikat energi dari cahaya matahari melalui proses fotosintesis, serta interaksinya dengan faktor-faktor lingkungan lainnya.  Distribusi akumulasi bahan kering pada bagian-bagian tanaman seperti akar, batang, daun dan bagian generatif, dapat mencerminkan produktivitas tanaman.

Pertambahan jumlah materi hidup dapat diartikan sebagai pertumbuhan. Pertumbuhan ini dapat terjadi baik pada tiagkat sel, jaringan, organ atau organisme secara keseluruhan. Pada tingkat sel pertambahan materi hidup akan mengakibatkan pertambahan ukuran sel mencapai ukuran maksimum, yang selanjutnya akan diteruskan dengan pembelahan sel.























0 komentar:

Posting Komentar

 
Powered by Blogger