A. Latar belakang
Tekstur tanah
adalah susunan relative dari tiga ukuran zarah tanah, yaitu pasir berukuran 2
mm-5 mikrometer, debu berukuran 50-2 mikrometer dan liat berukuran < 2
mikrometer. Untuk keperluan pemeliharaan ada 13 kelas tekstur tanah yaitu
: pasir, debu, liat, pasir berlempung, lempung berpasir, lempung, lempung
berdebu, lempung berliat, lempung liat berpasir, lempung dan liat berdebu.
Pembagian itu
kemudian disederhanakan menjadi tujuh kelas yang terdiri dari pasir, lempung
kasar, lempung alus, debu kasar, debu alus, liat debu dan liat sangat halus.
Penetapan tektur
tanah secara garis besar dibagi dua yaitu :
- penetapan dilapang dan penetapan dilaboratorium. Penetapan lapang dilakukan dengan membasahi tanah kering atau lembab, kemudian dispirit diantara ibu jari dan telunjuk sehingga membentuk pita lembab sambil di perhatikan adanya rasa kasar atau licin.
- penetapan tekstur tanah dilaboratorium, ada melalui tiga tahapan dalam analisis ukuran artikel yaitu menghilangkan bahan-bahan pengikat tanah, dispersikan kimiawi partikel-partikel tanah dan pecahan. Untuk dapat mengerti dan memahami juga mempelajari tekstur tanah, maka dilakukan praktikum mengenal tekstur tanah.
B. Tujuan
Adapun
tujuan praktikum tekstur tanah ini adalah :
- mengetahui komposisi suatu tanah
- mengetahui serta menggambarkan suatu tekstur tanah
- dapat menentukan suatu tekstur suatu tanah.
- mengetahui kelas-kelas tekstur tanah.
- mengetahui tekstur tanah dilapang dan dilaboratorium.
II. TINJAUAN PUSTAKA
Tekstur tanah
adalah perbandingan relatif dalam persen (%) antara fraksi-fraksi pasir,
debu dan liat. Tekstur erat hubungannya dengan plastisitas, permeabilitas,
keras dan kemudahan, kesuburan dan produktivitas tanah pada daerah geografis
tertentu. (Hakim, 1986).
Tanah Alfisol
memiliki tekstur tanah yang liat. Liat tertimbun di horizon bawah. Ini berasal
dari horizon di atasnya dan tercuci ke bawah bersama dengan gerakan air. Dalam
banyak pola Alfisol digambarkan adanya perubahan tekstur yang sangat pendek di
kenal dalam taksonomi tanah sebagai Ablup Tekstural Change atau perubahan
tekstur yang sangat ekstrim. (Foth, 1998).
Alfisol pada
umumnya berkembang dari batu kapur, olivin, tufa, dan lahar. Bentuk wilayah
beragam dari bergelombang hingga tertoreh, tekstur berkisar antara sedang
hingga halus, drainasenya baik. Reaksi tanah berkisar antara agak masam hingga
netral, kapasitas tukar kation dan basa-basanya beragam dari rendah hingga
tinggi, bahan organik pada umumnya sedang hingga rendah. Mempunyai sifat kimia
dan fisika relatif baik. Alfisol sebagian ditemukan di daerah beriklim kering
dan sebagian kecil di daerah beriklim basah. Alfisol ini dapat pula ditemukan
pada wilayah dengan temperatur sedang dan sub tropika dengan adanya pergantian
musim hujan dan musim kering. (Munir, 1996).
Partikel tanah
liat pada lapisan Alfisol digerakkan oleh air yang meresap dari horizon A dan
disimpan pada horizon B. Hasilnya adalah polipodeon dengan horizon- horizon
yang mempunyai tekstur yang berbeda. Macam pita yang terbentuk berhubungan
dengan kandungan liat dan digunakan untuk menggolongkan tanah sebagai lempung,
lempung liat atau tanah liat. (Poerwowidodo, 1991).
Faktor-faktor
pembentuk tanah terdiri dari bahan induk dan faktor lingkungan yang
mempengaruhi perubahan bahan induk menjadi tanah. Alfisol terbentuk dari bahan
induk yang mengandung karbonat dan tidak lebih tua dari pleistosin. Di daerah
dingin hamper semuanya berasal dari bahan induk berkapur yang masih muda. Di
daerah basah, bahan induk biasanya lebih tua dari pada di daearah dingin.
Alfisol secara potensial termasuk tanah yang subur meskipun bahaya erosi perlu
mendapat perhatian. (Darmawijaya, 1990).
Inceptisol
adalah tanah muda dan mulai berkembang. Profilnya mempunyai horizon yang
dianggap pembentukannya agak lamban sebagai hasil alterasi bahan induk.
Horizon-horizonnya tidak memperlihatkan hasil hancuran ekstrem. Horizon
timbunan liat dan besi aluminium oksida yang jelas tidak ada pada golongan ini.
Perkembangan profil golongan ini lebih berkembang bila dibandingkan dengan
entisol. Tanah-tanah yang dulunya dikelaskan sebagai hutan coklat, andosol dan
tanah coklat dapat dimasukkan ke dalam Inceptisol. (Hardjowigeno, 1992).
III. HASIL PENGAMATAN
3.1 Tabel
Hasil Pengamatan
|
Contoh
tanah
|
H 1
|
T 2
|
H 2
|
T2
|
|
Gedung
Meneng
|
10
|
31º
|
4
|
31º
|
|
Gading
Rejo
|
22
|
31º
|
12
|
31º
|
3.1
Perhitungan
A.
Tekstur Tanah Gedung Meneng
B.K = BB
= 50 =
50 = 45,66 = 45
1+KA
1+0,095
1,095
FK
= 0,36 (31-20)
= 0,36 (11)
= 3,96
%
debu + % liat = (H1 - B)+FK
BK Tanah × 100%
= (10 - 0) + 3,96
46
× 100%
= 10 + 3,96
46
×
100%
= 0,3034 ×
100%
=
30, 34 %
= 30 %
% liat = (H2
– B) + FK)
BK
Tanah × 100%
= (4 – 0) + 3,96)
46
× 100%
= 4 + 3,96
46
× 100%
= 17,30 %
= 17 %
% debu = 100 % - (% debu +
% liat)
= 100 % - ( 13 % + 17 %)
= 100 % - 30 %
= 70 %
B. Tekstur Tanah Gading Rejo
BK = BB =
50 =
50 = 44,2 = 44
1+Ka
1+0,13 1,13
FK
= 0,36 (T – 20)
= 0,36 (31 –
20)
= 3,96
% debu + % liat = (H1 – B)
+FK
BK
Tanah × 100%
= (22 – 0) + 3,96
44
× 100%
= 22 + 3,96
44
× 100%
= 25,96
44 ×
100%
= 59 %
% liat = (H2 – B) +FK
BK Tanah
× 100%
= (12 –
0) + FK
44
× 100%
= 15,96
44 ×
100%
=
36,27 %
= 36
%
% debu = ( % debu + % liat) - % liat
= 59 % - 36 %
= 23 %
% pasir = 100 % - (% debu + %
liat)
= 100 % - 59 %
= 41 %
3.3 Tabel Hasil Penetapan Tekstur Tanah di
Lapang
|
Jenis Tanah
|
Rasa dan Sifat
|
Tekstur Tanah
|
|
Gedung
Meneng
|
Rasa
kasar agak jelas membentuk bola agak keras, mudah hancur serta melekat
|
Lempung
berpasir
|
|
Gading
Rejo
|
Rasa
agak kasar, membentuk bola agak teguh (kering) membentuk gulungan, jika
dipijat gulungan mudah hancur, serta melekatnya sedang
|
Lempung
berliat
|
3.3 Tabel Hasil Penetapan Tekstur Tanah di
Laboratorium
|
Jenis
Tanah
|
Pasir
|
Debu
|
Liat
|
Tekstur
|
|
Gedung Meneng
|
70 %
|
13 %
|
17 %
|
Lempung
berpasir
|
|
Gading Rejo
|
41 %
|
23 %
|
36 %
|
Lempugn
berliat
|
Tekstur
tanah menunjukan kasar atau halusnya suatu tanah. Teristimewa tekstur
merupakan perbandingan relatif pasir debu dan liat atau kelompok partikel
dengan ukuran lebih kecil dari kerikil (diameternya < 2 mm). Pada beberapa
tanah, kerikil, batu, dan batuan induk dari lapisan tanah yang ada juga
mempengaruhi tekstur dan mempengaruhi penggunaan tanah.
Tekstur
tanah merupakan ukuran relatif partikel tanah yang mengacu pada kehalusan dan
kekasaran tanah. Atau tekstur tanah adalah perbandingan relatif pasir,
debu dan liat, laju dan berapa jauh berbagai reaksi fisika dan kimia penting
dalam pertumbungan tanaman, diatur oleh tekstur, karena menentukan jumlah
permukaan tempat terjadinya reaksi.
Ciri-ciri
tanah Ultisol adalah sebagai berikut:
- pH rendah
- Daya simpan air terbatas
- Kedalaman efektif terbatas
- Derajat agregasi rendah dan kemantapan agregat rendah
- Adanya peningkatan fraksi
Pada percobaan
penetapan tekstur tanah dilakukan di laboratorium. Kelebihan pepetapan tekstur
tanah di laboratorium adalah lebih akurat melalui percobaan dan perhitungan
yang tepat dan dengan catatan tidak ada tekstur pengganggu. Selain itu
keunggulan dari penetapan di laboratorium yaitu pisahan pasir, debu, dan liat
dapat diukur. Sedangkan kelemahannya adalah lebih banyak menggunakan peralatan
dan faktor-faktor pengganggunya harus diminimalisir agar mendapat hasil yang
lebih akurat. Dan kelemahan lain yaitu memerlukan kelebihan yang tinggi dan kurang
praktis dilakukan.
Dan kelebihan
penetapan di lapang antaranya adalah lebih sederhana dan lebih menghemat waktu,
karena bisa dilakukan secara langsung tanpa mengunakan alat-alat dan lebih
mudah dilaksanakan. Sedangkan kelemahannya adalah hasilnya tidak akurat, dan
tidak bisa tepat karena hanya menggunakan metode mengira-ngira.
Pada percobaan
ini didapat tekstur tanah dari masing-masing contoh tanah. Contoh tanah yang
digunakan adalah tanah di daerah gedung meneng dan gading rejo. Berdasarkan
penetapan tekstur baik secara kualitatif maupun kuantitatif, tanah pada daerah
gedung meneng teksturnya adalah lempgn berpasir, sedangkan contoh tanah pada
daerah gading rejo adalah lempung berliat.
Dari contoh
tanah tersebut tanah yang paling baik digunakan untuk pertanian adalah tanah
dari daerah gading rejo. Hal ini dikarenakan tanah tersebut mengandung bahan
organik dan undur hara tinggi sedangkan daerah gedung meneng erupakan tanah
yang kurang kaya akan unsur hara maupun organik.
Tekstur
tanah sangat mempengaruhi jumlah air. Semakin tinggi persentasi
pasir dalam tanah maka semakin banyak ruang pori pori diantara partikel
partikel tanah tersebut, sehingga kadar air dalam tanah menjadi rendah.
Dan menyebabkan tanah menjadi tidak subur. Liat dan debu memiliki kemampuan
yang tinggi mengikat air, sehingga persentase liat dan debu tinggi, dan kadar
airnya pun tinggi. Hukum ”stokes” menghubungkan kecepatan penurunan terbatas
dari suatu bola yang lunak dan kasar dalam suatu cairan yang kental yang
diketahui densitas dan viskositas terhadap diameternya jika dicobakan dengan
kekuatan lapang yang diketahui. Bila dihubungkan dengan antara hukum stokes
dengan tekstur tanah yakni debu, liat, dan pasir, terdapat perbedaan dengan
kemampuan tanah tertentu untuk menyediakan elemen-elemen tanaman yang esensial
atau kesuburan tanah. Tanah-tanah dengan kandungan liat tinggi cendrung
mempunyai kapasitas yang tinggi, menahan air maupun unsur hara yang tersedia.
Tanah yang baik
untuk tanaman adalah tanah Inceptisol, karena tanah ini mengandung bahan
organic dan unsur hara yang cukup tinggi sehingga tanaman menjadi subur.
Sedangkan tanah Ultisol merupakan tanah yang miskin unsur hara maupun bahan
organik. Selain itu tanah ini juga mempunyai akumulasi liat pada horizon bawah
permukaan tanah, sehingga mengurangi daya serap air dan meningkatkan aliran
permukaan serta aerasi tanah.Tanah berpengaruh penting pada tanaman melalui
hubungan dengan air dan udara. Kemampuan tanah
untuk menyimpan air di antara hujan yang terjadi menentukan pemberian musiman
kelembaban tanah dan biasanya menentukan spesies apa yang tumbuh dalam sebuah
hutan kecepatan tumbuhnya.
Tekstur
tanah memiliki efek bagi pengolahan tanah, kesuburan tanah dan pertumbuhan
tanaman. Dalam pengelolaan kesuburan tanah, penetapan tekstur tanah sangat
perlu untuk dilakukan, karena dapat memberikan gambaran yang luas mengenai
sifat-sifat tanah lainnya.
Dalam pelajaran
biologi bahwa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman
dibedakan menjadi 2 yaitu faktor internal dan faktor external. ok sahabat
blogger langsung saja
1. Faktor Internal
Faktor internal adalah segala pengaruh/faktor yang berasal dari tanaman itu sendiri yaitu meliputi gen dan hormon.
a. Gen
1. Faktor Internal
Faktor internal adalah segala pengaruh/faktor yang berasal dari tanaman itu sendiri yaitu meliputi gen dan hormon.
a. Gen
Gen merupakan dasar faktor internal yang paling tidak bisa ditawar
karene setiap mahluk hidup tentu saja memiliki gen yang berbeda satu sama
lain. Gen merupakan unit pewarisan sifat bagi organisme hidup. Bentuk fisiknya adalah urutan DNA menyandi protein, polipeptida atau
seuntaian DNA yang memiliki fungsi bagi organisme yang memilikinya.
Batasan modern gen adalah suatu lokasi
tertentu pada genom yang berhubungan dengan pewarisan sifat dan dapat
dihubungkan dengan fungsi sebagai regulator (pengendali), sasaran transkripsi, atau peran-peran fungsional lainnya. Tentu
saja dalam DNA ini telah disandi sebagaimana rupa yang menentukan bentuk dan
pewarisan sifa dari induknya. Jadi begini Sahabat Blogger kalau yang mengontrol
seluruh pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan ini.
b. Hormon
Hormon adalah pembawa pesan kimiawi antarsel atau antarkelompok sel. Semua
organisme multiselular, termasuk tumbuhan memproduksi hormon. Dalam pertumbuhan
ini peran hormon ini sangatlah penting. berikut adalah daftar hormon yang
mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. berikut adalah beberapa
hormon yang berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman:
1. Auksin
1. Auksin
|
Jenis
Hormon
|
Fungsi
|
Tempat
Diproduksi
|
|
Auksin
|
Mendorong perpanjangan batang,
pertumbuhan akar, differensiasi sel dan percabangan, pertumbuahan buah,
dominasi epikal, fototropisme, geotropisme.
|
Dihasilkan pada embrio dalam biji,
meristem batang dan daun daun muda.
|
Ada beberapa janis auksin, antara lain adalah auksin A dan auksin B. Sebenarnya auksin A itu serupa dengan auksin B hanya berbeda pada kandungan airnya. Auksin A memeliki kandungan air yang lebih banyak yaitu sekitar 1 mol air leih banyak dari pada auksin B. Selain itu, ada zat yang disebut dengan heteroauksin yang kemudian di ketahui sebagai asam indol asetat (IAA). Semakin jauh dari ujung tumbuhan konsentrasi auksin ini akan semakin menyusut.
2. Giberilin
|
Jenis
Hormon
|
Fungsi
|
Tempat
Diproduksi
|
|
Giberilin
|
Mendorong pertumbuhan tinggi tanaman,
mempengaruhi perpanjangan sel dan pembelahan sel.s erta pertumbuhan pada akar
daun dan bunga serta buah.
|
Di produksi oleh meristem batang,
meristem akar, daun muda dan embrio.
|
Giberilin di temukan oleh Eiichi Kurosawa pada tahun 1926. Giberilin merupakan suatu zat yang diperoleh dari suatu jenis jamur yang hidup sebagai parasit pada padi di Jepang, yaitu jamur Gibberella fujikkuroi. Tanaman padi yang terserang oleh jamur tersebut mengalami pertumbuhan yang abnormal.
3. Asam traumalin
|
Jenis
Hormon
|
Fungsi
|
Tempat
Diproduksi
|
|
Asam Traumalin
|
Mampu memperbaiki kerusakan atau
regenerasi sel pada luka yang terjadi pada tubuh tumbuhan baik pada daun,
batang ataupun akar.
|
Pertama kali dipelajari oleh Haberland. Pada percobaan yang dia lakukan, jaringan tanaman dilukai kemudian di cuci bersih, ternyata bekas bidang luka tidak membentuk jaringan baru. Pada jaringan luka tersebut yang dibiarkan akan terbentuk jaringa baru di dekat luka tersebut.
4. Kalin
|
Jenis
Hormon
|
Fungsi
|
Tempat
Diproduksi
|
|
Kalin
|
Hormon yang mempengaruhi pembentukan
organ pada tumbuhan
|
Hormon kalin dibedakan menjadi 4 macam:
a. Rizokalin yaitu hormon yang merangsang pembentukan akar, identik dengan vitamin B.
b. Kaulokalin yaitu hormon yang merangsang pertumbuhan batang.
c. Filokalin yaitu hormon yang merangsang pembentukan daun.
d. Antokalin yaitu hormon yang merangsang pertumbuhan pada bunga.
5. Asam Absisat
|
Jenis
Hormon
|
Fungsi
|
Tempat
Diproduksi
|
|
Asam Absisat
|
Menghambat pertumbuhan, menutup stomata
selama kekurangan air, menunda pertumbuhan.
|
Disintesis pada daun, buah, batang dan
biji.
|
Asam Abscisat (ABA) adalah penghambat (inhibitor) pertumbuhan merupakanlawan dari giberelin dan auksin. Hormon ini memaksa dormansi, mencegah biji dariperkecambahan dan menyebabkan rontoknya daun, bunga dan buah. Secara alamitingginya konsentrasi asam abscisat ini dipicu oleh adanya stress oleh lingkunganmisalnya kekeringan. Hormon ini dibentuk pada daun-daun dewasa.
6.Gas Etilen
|
Jenis
Hormon
|
Fungsi
|
Tempat
Diproduksi
|
|
Gas Etilen
|
Mendorng pemasakan buah dan menyebabkan
penebalan pada batang.
|
Diproduksi oleh jaringan buah masak,
diruas batang dan jaringan tua.
|
Buah-buahan terutama yang sudah tua melepaskan gas yang disebut etilen.
Etilendisintesis oleh tumbuhan dan menyebabkan proses pemasakan yang lebih
cepat. Selainetilen yang dihasilkan oleh tumbuhan, terdapat etilen sintetik,
yaitu etepon (asam 2-kloroetifosfonat). Etilen sintetik ini sering di gunakan
para pedagang untuk mempercepat pemasakan buah. Oleh karena itu buah yang
tua sering diletakkan ditempat tertutup (diperam) agar cepat masak.
Etilen merupakan senyawa unik dan hanya dijumpai dalam bentuk gas. senyawaini
memaksa pematangan buah, menyebabkan daun tanggal dan merangsang
penuaan.Tanaman sering meningkatkan produksi etilen sebagai respon terhadap
stress dansebelum mati. Konsentrasi etilen fluktuasi terhadap musim untuk
mengatur kapanwaktu menumbuhkan daun dan kapan mematangkan buah.Selain memacu
pematangan, etilen juga memacu perkecambahan biji, menebalkanbatang, mendorong
gugurnya daun, dan menghambat pemanjangan batang kecambah.Selain itu, etilen
menunda pembungaan, menurunkan dominansi apikal dan inisiasiakar, dan
menghambat pemanjangan batang kecambah.
2.Faktor Eksternal
Faktor eksternal merupakan sesuatu yang mempengaruhi/faktor yang berasal dari luar tubuh tumbuhan tersebut yaitu dari lingkungan atau ekosistem. Ada beberapa faktor ekstrenal yang mempengaruhi pertumbuhand an perkembangan tumbuhan yaitu air, cahaya, kelembapan, makanan(nutrisi), suhu.
Faktor eksternal merupakan sesuatu yang mempengaruhi/faktor yang berasal dari luar tubuh tumbuhan tersebut yaitu dari lingkungan atau ekosistem. Ada beberapa faktor ekstrenal yang mempengaruhi pertumbuhand an perkembangan tumbuhan yaitu air, cahaya, kelembapan, makanan(nutrisi), suhu.
- Makanan
Makanan adalah sumber energi dan sumber materi untuk mensintesis berbagai
komponen sel. Tidak hanya karbondioksida dan air saja yang dibutuhkan tumbuhan
untuk bisa tumbuh dengan baik tetapi juga beberapa unsur unsur minerel. Adapun
menurut jumlah yang di butuhkan oleh tubuh, unsur mineral ini dibedakan menjadi
2:
- Makroelemen yaitu golongan unsur-unsur mineral yang dibutuhkan dalam jumlah banyak. Makroelemen ini meliputi oksigen, carbon, hidrogen, sulfur, nitrogen, fosfor, kallium, kalsium dan magnesium.
- Mikroelemen yaitu golongan unsur-unsur mineral yang dibutuhkan dalm jumlah sedikit. Mikroelemen ini meliputi besi, klorin, tembaga, seng, molibddenum, boron dan nikel. Mikro elemen ini betfungsi sebagai kofaktor yaitu reaksi enzimatik dalam tumbuhan.
Jika kekurangan nutrisi maka tumbuhan tersebuat akan mengalami difisiensi. Difisiensi ini menyebabkan pertumbuhan tanaman terganggu.
2.Air
- Makroelemen yaitu golongan unsur-unsur mineral yang dibutuhkan dalam jumlah banyak. Makroelemen ini meliputi oksigen, carbon, hidrogen, sulfur, nitrogen, fosfor, kallium, kalsium dan magnesium.
- Mikroelemen yaitu golongan unsur-unsur mineral yang dibutuhkan dalm jumlah sedikit. Mikroelemen ini meliputi besi, klorin, tembaga, seng, molibddenum, boron dan nikel. Mikro elemen ini betfungsi sebagai kofaktor yaitu reaksi enzimatik dalam tumbuhan.
Jika kekurangan nutrisi maka tumbuhan tersebuat akan mengalami difisiensi. Difisiensi ini menyebabkan pertumbuhan tanaman terganggu.
2.Air
Tanpa air, tumbuhan tidaklah dapat tumbuh. Air termasuk senyawa yang dibutuhkan
tumbuhan. Air berfungsi anatara lain sebagai fotosintesis, mengaktifkan reaksi
enzim ezimatik, menjaga kelembapan dan membengtu perkecambahan pada biji.
3. Suhu
3. Suhu
Pada umumnya,tumbuhan membutuhkan suhu tertentu untuk tumbuh. Suhu dimana
tumbuhan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dan maksimal disebut dengan
suhu optimum. Suhu paling rendah yang masih memungkinkan suatu tumbuhan untuk
tumbuh disebut suhu minimum sedangkan suhu tertinggi yang masih memungkinkan
tumbuhan untuk tumbuh disebut suhu maximum.
4. Kelembapan
4. Kelembapan
Pengeruh kelembapan udara berbeda terhadap berbagai tumbuhan. Tanah dan udara
yang lembab berpengaruh baik bagi pertumbuhan tumbuhan.
5. Cahaya
5. Cahaya
Pada umumnya, cahaya menghambat pertumbuhan meninggi tanaman karena dapat menguraikan auksin. Tetapi, cahaya juga merangsang pembungaan tumbuhan tertentu. Adapun tumbuhan yang dapat berbunga pada hari pendek (lamanya penyinaran matahari lebih pendek ketimbang waktu gelapnya malam). Ada pula tumbuhan yang berbunga pada hari panjang(lamnya penyinaran matahari lebih lama ketimbang waktu gelapnya). Mengapa hal itu dapat terjadi karena pada tumbuhan terdapat hormon fitokrom yang mengatur pengaruh cahaya ini dalam pertumbuhan dan perkembangan pembungaan tanaman.
LATAR BELAKANG
Pertumbuhan adalah sintesis protoplasma, biasanya diikuti oleh perubahan
bentuk dan penambahan massa yang dapat lebih besar dari penambahaan plasma itu.
Selain perubahan bentuk, pertumbuhan juga menyebabkan terjadinya aktivitas
fisiologis , susunan biokimianya, serta struktur dalamnya. Proses ini dinamakan
diferensiasi. Diferensiasi itu terjadi sebagai akibat dalam perbedaan dalam
penambahan plasmanya, jenis organelnya, arah pembentangannya, pembentukan
dinding selnya, kematian protoplasmanya, dan seterusnya. Keseluruhan proses ini
menyebabkan terjadinya perkembangan. Pertumbuhan
adalah pertambahan massa, ukuran, volume yang bersifat irreversibel (tidak dapat
balik). Pertumbuhan diikuti dengan diferensiasi, yaitu perubahan bentuk
fisiologi sesuai fungsinya atau proses perkembangan.
Pertumbuhan dan perkembangan tanaman merupakan proses yang penting dalam
kehidupan dan perkembangbiakan suatu spesies. Pertumbuhan dan perkembangan
berlangsung secara terus-menerus sepanjang daur hidup, tergantung pada hasil
asimilasi, hormon, dan substansi pertumbuhan lainnya, serta lingkungan yang
mendukung
Pertumbuhan dan perkembangan tanaman berlangsung baik pada fase vegetatif
maupun generatif. Pada fase vegetatif terutama terjadi pada perkembangan akar,
daun, dan batang. Sedangkan pada fase generatif terjadi pembentukan dan
perkembangan kuncup bunga, bunga, buah, dan biji serta pendewasaan struktur
penyimpanan makanan dan penimbunan karbohidrat. Pertumbuhan dan perkembangan
merupakan dua proses yang sangat erat hubungannya.
Pengertian pertumbuhan membutuhkan ukuran secara tepat
dan dapat dibaca dengan bentuk kuantitatif yang dapat diukur. Analisis
pertumbuhan merupakan suatu cara untuk mengikuti dinamika fotosintesis yang
diukur oleh produksi bahan kering. Pertumbuhan tanaman dapat diukur tanpa
mengganggu tanaman, yaitu dengan pengukuran tinggi tanaman atau jumlah daun,
tetapi sering kurang mencerminkan ketelitian kuantitatif. Akumulasi bahan
kering sangat disukai sebagai ukuran pertumbuhan. Akumulasi bahan kering
mencerminkan kemampuan tanaman dalam mengikat energi dari cahaya matahari
melalui proses fotosintesis, serta interaksinya dengan faktor-faktor lingkungan
lainnya. Distribusi akumulasi bahan kering pada bagian-bagian tanaman
seperti akar, batang, daun dan bagian generatif, dapat mencerminkan
produktivitas tanaman.
Pertambahan
jumlah materi hidup dapat diartikan sebagai pertumbuhan. Pertumbuhan ini dapat
terjadi baik pada tiagkat sel, jaringan, organ atau organisme secara
keseluruhan. Pada tingkat sel pertambahan materi hidup akan mengakibatkan
pertambahan ukuran sel mencapai ukuran maksimum, yang selanjutnya akan
diteruskan dengan pembelahan sel.


19.15
kgi-dasar

0 komentar:
Posting Komentar